Kembali ke Blog
Insight Event5 Juni 2026·7 menit baca

Di Balik Layar: Bagaimana Event BUMN dan Pemerintah Dipersiapkan di Sulawesi Selatan

Event institusional berskala besar punya standar berbeda dari event komersial biasa. Artikel ini membuka tirai persiapan di balik acara-acara resmi yang sering Anda lihat di berita.


Anda pernah melihat liputan berita tentang pameran nasional di Makassar, atau upacara resmi kementerian di Sulawesi Selatan yang terlihat rapi dan megah? Di balik estetika yang terlihat mudah itu, ada proses persiapan yang jauh lebih kompleks dari yang kebanyakan orang bayangkan.

Prima Event telah menjadi bagian dari puluhan event BUMN dan pemerintahan di Sulawesi Selatan — termasuk untuk Pertamina, PLN, Bank Indonesia, Telkom, Pelindo, Angkasa Pura, beberapa kementerian, serta Pemerintah Provinsi Sulsel dan Kota Makassar. Dari pengalaman itu, kami bisa berbagi bagaimana sebenarnya persiapan di balik event-event bergengsi ini berjalan.

Standar yang Berbeda dari Event Biasa

Event untuk institusi pemerintah dan BUMN bukan sekadar "acara besar". Ada tiga perbedaan fundamental dari event komersial biasa:

1. Protokol dan hierarki yang ketat

Tata letak kursi bukan sekadar soal kapasitas — ada aturan protokol tentang siapa duduk di mana. Meja VIP harus berada di posisi tertentu relatif terhadap podium. Backdrop harus menampilkan logo institusi sesuai panduan resmi, dengan ukuran dan proporsi yang ditentukan. Bahkan urutan nama di spanduk pun ada aturannya.

2. Deadline yang tidak bisa digeser

Di event komersial, ada toleransi jika setup molor 30 menit. Di event pemerintahan yang dihadiri menteri, gubernur, atau pejabat tinggi — tidak ada ruang untuk molor. Jam pembukaan adalah jam pembukaan. Ini berarti vendor perlengkapan harus menyelesaikan setup jauh sebelum jadwal, dengan buffer waktu untuk pemeriksaan ulang.

3. Dokumentasi dan akuntabilitas

Pengadaan perlengkapan event untuk instansi pemerintah sering kali masuk dalam mekanisme pengadaan resmi. Vendor harus bisa memberikan invoice, kwitansi, dan dokumentasi yang sesuai standar administrasi pemerintahan. Ini aspek yang sering diabaikan oleh vendor event informal.

Proses Persiapan: Dari Survei ke Eksekusi

Minggu ke-4 hingga ke-3 sebelum event: Survei dan Briefing Teknis

Untuk event institusional besar, persiapan dimulai jauh sebelum hari H. Tim teknis Prima Event melakukan survei lokasi bersama panitia — mengukur area, memetakan akses listrik, menentukan titik pemasangan tenda atau backdrop, dan mengidentifikasi potensi kendala (kabel overhead, pohon, drainase, dll).

Di sini juga biasanya terjadi diskusi tentang layout: di mana panggung, di mana area tamu undangan, di mana meja registrasi, dan bagaimana sirkulasi VIP. Semua harus disepakati sebelum eksekusi dimulai.

Minggu ke-2: Konfirmasi dan Persiapan Material

Setelah layout disepakati, tim mulai mempersiapkan material. Untuk event besar yang butuh ratusan kursi, puluhan tenda, dan sistem rigging — tidak bisa mendadak. Stok harus dicek, peralatan diservis jika perlu, dan jadwal mobilisasi ditetapkan.

H-2 hingga H-1: Pemasangan

Ini adalah fase paling kritis. Struktur besar seperti tenda hall atau panggung harus dipasang lebih dulu — bisa memakan waktu 1–2 hari. Setelah itu, dekorasi, backdrop, pencahayaan, dan furnitur.

Tim bekerja secara paralel: satu kelompok memasang struktur, kelompok lain menyusun furnitur, kelompok lain menginstal sistem listrik dan pendingin. Koordinasi ketat di antara sub-tim adalah kunci.

H-0 pagi hari: Final Check

Beberapa jam sebelum acara dimulai, dilakukan pemeriksaan menyeluruh:

Semua kursi sudah terpasang cover dan dalam kondisi bersih
Backdrop lurus dan terlit dengan benar oleh spotlight
AC berfungsi dan sudah mendinginkan ruangan sejak awal
Meja VIP sudah dilapisi taplak dan aksesori sesuai brief
Tim standby di lokasi hingga acara selesai

Apa yang Paling Sering Jadi Kendala?

Dari pengalaman menangani puluhan event institusional, ini tiga kendala yang paling sering muncul — dan bagaimana Prima Event mengantisipasinya:

Perubahan mendadak di saat terakhir

Ini hampir selalu terjadi. Tiba-tiba jumlah tamu bertambah 50 orang, atau ada instruksi untuk menambah meja VIP. Vendor yang profesional harus punya buffer stok dan fleksibilitas tim untuk mengakomodasi perubahan ini.

Keterbatasan infrastruktur venue

Tidak semua gedung pemerintahan atau lapangan terbuka memiliki pasokan listrik yang memadai untuk AC, lighting, dan sound system sekaligus. Tim Prima Event selalu mempersiapkan koordinasi dengan vendor genset sejak awal.

Cuaca Makassar yang tidak terduga

Hujan tiba-tiba di tengah setup outdoor adalah skenario yang selalu diantisipasi. Tim sudah terlatih untuk memasang dinding samping tenda dengan cepat tanpa mengganggu area yang sudah siap.

Pelajaran untuk Event Organizer

Jika Anda adalah panitia yang sedang merencanakan event institusional, beberapa hal ini patut diperhatikan:

1. Libatkan vendor perlengkapan sejak awal perencanaan — bukan H-7. Mereka punya insight teknis yang bisa mengubah layout rencana menjadi lebih efisien.

2. Jangan underestimate waktu setup — untuk event 500 orang ke atas, alokasikan minimal H-2 untuk pemasangan.

3. Siapkan PIC teknis yang mudah dihubungi — komunikasi cepat antara panitia dan vendor di hari H adalah penentu kelancaran acara.

4. Dokumentasikan spesifikasi di awal — backdrop ukuran berapa, berapa jumlah kursi VIP, warna karpet apa. Makin detail, makin kecil kemungkinan salah eksekusi.

Event institusional yang sukses bukan hasil keberuntungan — ini adalah hasil perencanaan matang dan koordinasi yang ketat antara semua pihak yang terlibat.


*Prima Event telah dipercaya oleh lebih dari 30 instansi BUMN dan pemerintahan di Sulawesi Selatan. Konsultasikan kebutuhan event institusional Anda dengan tim kami.*

Butuh perlengkapan untuk acara Anda?

Konsultasi Gratis dengan Prima Event

Hubungi Kami Sekarang